adityarizki.net ~menulis untuk berbagi dan melawan~

17Feb/120

Kiat Menjadi Web Programmer

Kurang lebih sudah tiga tahun ini saya mendalami dunia internet dan web. Awal ketertarikan saya pada dunia ini-hingga akhirnya menjadi seorang web programmer-adalah karena minat dan bakat. Dulu ketika masih kuliah, saya tidak banyak mengerti dunia pemrograman. Di sekolah pun saya belum pernah diajari konsep pemrograman secara mendasar. Konsep pemrograman baru diajari ketika semester-semester awal masa perkuliahan. Namun demikian, dengan berbagai tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen tentang pemrograman, lambat laun saya semakin tahu dimana letak ketertarikan saya. Jenis pemrograman ada banyak, tetapi sebagai mahasiswa IT paling tidak menguasai salah satu.

Dalam dunia internet dan web saja banyak sekali yang bisa dipelajari, dari blog, pemrograman web, web service, CMS, SEO, konten kreatif, jurnalisme, bisnis dan pemasaran online, e-commerce, jaringan sosial, dsb. Terlebih di jaman seperti sekarang ini, internet sudah seperti kebutuhan hidup yang tak mampu memisahkan jarak. Di mana pun kita berada, kita masih dapat mengakses sebuah halaman web melalui smartphone yang kita miliki. 

Untuk menjadi web programmer sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya membutuhkan kebiasaan dan belajar melalui tahapan-tahapan yang berproses. Jujur saja, saya dulu belajar membuat web dengan membuat sebuah blog. Kemudian berlanjut dengan menjejali berbagai macam CMS, coding tanpa framework (stratch), kemudian mencoba menggunakan Framework.

1. Membuat Blog

Blog merupakan sebuah wadah yang sifatnya paperless. Jika dulu kita menulis melalui diary atau tulisan lain dalam lembaran-lembaran kertas, di zaman sekarang kita dapat menuliskan segala sesuatu melalui blog. Hal-hal yang menarik untuk ditulis dan dibagikan kepada orang lain dapat dituangkan ke dalam blog. Menulis di blog melatih kita untuk memberikan opini terhadap suatu hal. Kita juga bisa membangun idealisme kita melalui sebuah blog, menciptakan brand, bahkan mempengaruhi orang lain.

Di lain sisi, kita bisa tahu bagaimana mengelola layout dan konten sebuah web. Cobalah untuk memodifikasi blog tersebut sedemikian rupa sehingga menarik banyak orang untuk membaca. Hal inilah yang mendasari seorang web programmer untuk mengerti konsep CMS (Content Management System). Blog adalah bagian paling sederhana dari sebuah CMS. Kita akan lebih tahu dasar-dasar bagaimana mengelola dan memodifikasi konten web sebelum mempelajari CMS.

Membuat blog pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui layanan blog gratisan atau membayar hosting sendiri. Blog gratisan yang dimaksud adalah kita tidak perlu membayar sewa hosting untuk membuat sebuah blog, web hosting, domain, serta halaman back-end tersedia secara gratis. Kekurangannya yaitu kita tidak bisa memodifikasi blog tersebut secara penuh (terbatas), juga nama domain yang disediakan tidak bisa ditentukan sesuka hati (panjang dan biasanya mengandung nama layanan yang digunakan). Misalnya abcdef.blogspot.com atau 12345.blogspot.com. Meskipun saat ini beberapa jasa (berbayar) juga menyediakan layanan URL redirect, agar bisa membuat nama domain sesuai keinginan kita.

Agar lebih leluasa, kita juga bisa menghostingkan sendiri blog kita di jasa hosting. Biasanya kita harus membayar biaya sewa per tahun. Keuntungan jika kita menghostingkan blog sendiri yaitu kita bisa memodifikasi/mengoprek penuh tampilan blog dengan kemampuan programming yang kita miliki (meskipun masih pemula), juga nama domain bisa dipesan sesuai dengan keinginan (selama nama domain yang sama sedang tidak digunakan oleh orang lain).

Melalui blog, kita juga bisa berlatih bagaimana meningkatkan trafik web dalam menggaet banyak pengunjung (visitor). Jika tertarik kita bisa belajar teknik SEO (Search Engine Optimization), AdSense, Analisis Trafik, dll. Untuk mengasah jiwa kompetitif dan menguji blog pribadi, kita juga bisa mengikutkan ke dalam berbagai kompetisi blog yang seringkali diadakan oleh berbagai macam komunitas dan sponsor, sekaligus mengenalkan blog kita kepada orang lain. 

2. Mengembangkan Web CMS

Setelah belajar bagaimana membuat blog, biasanya kita akan terpacu untuk membuat web sendiri, tanpa harus coding. CMS merupakan suatu pengembangan web yang berdasarkan template yang sudah dikembangkan oleh orang lain, sehingga developer berfokus untuk mengelola konten melalui CMS yang digunakan. CMS sendiri terdiri banyak jenis, sesuai dengan penggunaannya. Misalnya CMS untuk personal bog, web corporate, e-commerce, forum, e-learning, manajemen bencana, dsb. Saat ini sudah banyak CMS yang siap digunakan dan bisa digunakan secara gratis. Contoh CMS yaitu Joomla, Drupal, Moodle, WordPress, dan sebagainya.

CMS dikembangkan untuk tujuan pengembangan web secara instan. Jadi, jangan heran jika sekarang membuat web bisa dilakukan dalam waktu sehari. Banyak developer yang menggunakan CMS untuk mengembangkan web untuk skala menengah ke bawah, misalnya web sekolah, web forum/komunitas, web profil perusahaan, web penjualan online, web pendidikan, dan sebagainya. Dengan CMS, pengelolaan konten dan penjelasan tutorial kepada sang admin konten dapat dijelaskan secara mudah, tanpa harus berkutat pada kode program.

3. Coding from Stratch

Coding from stratch adalah skill dasar dari seorang programmer web yang sebenarnya. Belajarlah membuat kode program untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu yang sering digunakan. Misalnya membuat form, melakukan perhitungan aritmatika biasa, kemudian berbagai teknik logika pemrograman. Dengan begitu Anda akan menguasai dan hapal kode-kode yang sering digunakan. Selain itu, Anda juga akan mengenal bahasa-bahasa seperti bahasa markup HTML, PHP (sebagai bahasa pemrograman di server), MySQL (sebagai penyimpan basis data), CSS (bahasa pemformatan HTML), dan JavaScript (script yang dieksekusi dengan interface di tingkat client). Anda juga akan semakin tahu bagaimana sebuah web server bekerja, cara instalasinya, serta bagaimana mengatasi error-error yang terjadi.

Kita tidak perlu menggunakan tools untuk menulis kode, seperti layaknya compiler di beberapa bahasa pemrograman aplikasi desktop dan sebagainya, tetapi melalui Notepad++ pun kita bisa belajar dengan mudah. Jika ingin lebih keren lagi, bisa digunakan tools-tools seperti Dreamweaver dan Eclipse. Namun, terkadang menggunakan tools-tools semacam itu akan memberatkan komputer memproses kode-kode yang kita tulis ketika harus dieksekusi.

4. Web Framework

Framework pada dasarnya adalah menggunakan library yang memuat fungsi-fungsi tertentu yang siap digunakan. Developer hanya perlu memanggil fungsi-fungsi tersebut ketika memprogram sebuah web. Biasanya menggunakan konsep MVC (Model, View, dan Controller). Dengan menggunakan framework ini sebenarnya kita lebih dimudahkan untuk memisahkan jalur untuk memprogram tampilan, database, dan pengontrol dalam membuat sebuah web.

Bisa dikatakan menggunakan framework gampang-gampang susah, karena kita harus tahu bagaimana metode yang digunakan oleh framework tersebut. Contoh web framework yaitu Code Igniter, Zend Framework, dsb. Framework biasanya digunakan untuk mengembangkan web di tingkat korporasi dan expert programming, biasanya mengandalkan beberapa developer untuk mengembangkan sebuah web. Jika kita sudah mempunyai skill coding from stracth yang mumpuni, tidak ada salahnya memprogram dengan bantuan framework. Selain dimudahkan, kita juga tidak perlu membuat kode dari awal, karena fungsi-fungsi umumnya sudah tersedia.

Bagaimana, apakah Anda juga tertarik menjadi web programmer? Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang memilih menjadi web programmer, karena selain mudah dalam belajar, banyak juga yang bisa dikembangkan, misalnya mengembangkan web service, web security, mobile-web, dan sebagainya. Terlebih lagi pemanfaatan web saat ini dirasakan semakin dibutuhkan di berbagai bidang.

Posting Terkait:

Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

(required)

No trackbacks yet.